DAHSYATNYA SAKARATUL MAUT

June 10th, 2008 by edoy-ancur

BISM-1.TIF

Bism_1

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa
berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada
kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi
diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

  1. Kematian
    bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha
    menghindarkan resiko-resiko kematian
    .. Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu,
    niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar
    (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji
    apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu.
    Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
  2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia
    berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi
    kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
      Di mana saja kamu
    berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang
    tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini
    adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka
    mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya
    (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik)
    hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)
  3.  Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia
    lari menghindar.
      Katakanlah:
    “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian
    itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang
    mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah
    kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8)
  4. Kematian datang secara tiba-tiba. Sesungguhnya Allah,
    hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang
    menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang
    pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan
    tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
    Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
  5.  Kematian telah ditentukan waktunya, tidak
    dapat ditunda atau dipercepat
    . Dan Allah sekali-kali
    tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya.
    Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

DAHSYATNYA RASA SAKIT SAAT SAKARATUL MAUT

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul
maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : “Kematian
yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar
kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta
bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

 

Atsar (pendapat) para sahabat
Rasulullah SAW
.

Ka’b al-Ahbar berpendapat :
“Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut
seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga
ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan
meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa
sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke
seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan
dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf,
persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu
riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan
berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu
sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah
melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul
dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang
kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian,
namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang
dariku.”

Proses sakaratul maut bisa
memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam
ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik
terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi
(sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi
negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan
(walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah
satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa
sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa
sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang
selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul
maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak.
Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam
bis shawab.

 

Sakaratul Maut Orang-orang
Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah
riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah
Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun
memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar
berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan
satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari
mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak
sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang
wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk
menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh
lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa
melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat
mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai
menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan
meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut
baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang
akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah
yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan
pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya
kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan
sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata):
“Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat
menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang
tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
(QS Al-An’am 6:93)

(Yaitu) orang-orang yang
dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka
sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak
mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “

Ada

,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka
masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat
buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 :
28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang
manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada
orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan
yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah
perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa
kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang
baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua
malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir
selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari
jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya
kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara
kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat
kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.

Dan inilah ucapan malaikat
ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah,
itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila
min dzalik!

JERITAN HATI AKHWAT

June 7th, 2008 by edoy-ancur

Assalamu’alaikum,

nih ku dapatkan dari sebuah situs, tp lupa situsnya apaan.
Di situs tersebut bersumber dari sebuah milis, yg lupa juga apaan..
———————————————————————————————

Para Ikhwan wajib baca, “Jeritan hati seorang Akhwat”

Mewakili semua suara akhwat…!!!

Preface:
Ini adalah kisah yang sudah sangat melegenda:

  1. Tentang Julius Caesar, kaisar Romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan dan bahkan negaranya demi si Ratu Penggoda:Cleopatra. Semua dia lakukan (kata ahli sejarah)…atas nama cinta.
  2. Ini kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi seorang wanita, rela kehilangan keluarga, dan tentu saja nyawa… tetap saja:atas nama cinta
  3. Satu lagi, seorang janda bernama Khadijah, yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini membawa risalah Tuhannya.
  4. Ini juga : Atas nama cinta kata Jalaluddin Rumi : Cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas dengan cinta yang keruh menjadi jernih dan dengan cinta, sakit menjadi obat dengan cinta yang mati akan menjadi hidup dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dari pengetahuanlah cinta seperti tumbuh..

afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara.. yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin… salah langkah.

Bila aku salah, atau .. artikel ini tak berkenan, mohon maaf.

Itu saatnya aku untuk dikritisi…

Begin..

aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih), tolong untuk para ikhwan (atau yang merasa sebagai muslim):

Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, but itu fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi.

Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. But, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) but suka karena diperhatikan “lebih”.

Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta’aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan
tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.

Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman

Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon
sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label : Ta’aruf.

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik. Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu, jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganm. Ada beda … persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus….. beda itu bernama “rasa” dan “pemaknaan”. Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah. Antum memang bukan Mush’ab,
antum juga tak sekualitas Yusuf As. Tetapi antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak seperti Casanova karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah :

Segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa. Tolong, sebelum antum memutuskan untuk mendatangi kami jawab dulu pertanyaan ini dengan jujur:

- setelah 3 bulan antum mendatangi dan menyatakan cinta, antum masih belum siap untuk mengikrarkan dalam sebuah pernikahan?
- ataukah antum masih butuh waktu lebih lama dan meminta kami menunggu, dengan alasan yang tidak syar’i dan terlalu duniawi?
kalau jawabannya “YA”,: “SELAMAT” berarti antum lebih pantas masuk surga dibandingkan Ali bin Abi Thalib. Dia baru berani mengatakan cinta kepada Fathimah, setelah menikah. Ali,pemuda kesayangan Rasul, tetapi menunggu waktu bertahun-tahun untuk engatakannya. Bukan karena dia pengecut tentu saja justru karena dia adalah laki-laki kualitas surga…

Tolong, kami tidak ingin menyakiti hati calon suami kami yang sebenarnya. Mereka berusaha untuk menjaga hijab, agar datang kepada kami dalam kondisi suci hati, tetapi kami malah menjajakan cinta kepada laki-laki yang belum tentu menjadi suami kami.

Atau antum sekarang sudah berani menjamin bahwa antum adalah calon suami kami sebenarnya? Maaf, wanita itu lemah dan mudah ditaklukkan. Sebagai saudara kami, tolong, jaga kami. Karena kami akan kuat menolak rayuan preman, but bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian.

Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahiNYA?

Bukankah lebih membahagiakan bila kita dipertemukan dalam kondisi diridhoiNYA?
——————————————
EOF (end of file..)

Yode: "Maafkan kami Akhwat.."

HATI-HATI FOTOMU

May 29th, 2008 by edoy-ancur

Ku tulis Untuk Bidadari Surga yang aku CIntai karena Agamanya..Ku hanya ingin dia terjaga dari segala fitnah…

Assalamu’alaikum Warrahmatullah..
Nih tulisan buat kita semua, sebagai pengetahuan bagi yang belum tahu..
Tak terkecuali buat yang nulis..

Kita mulai ya..
Bismillahirrohmanirrohim..
Maaf lho kalo termasuk tulisan kuno. HEhe..

Kalian pasti tahu tentang zina, zina itu ada bermacam-macam..
Salah satu nya adalah Zina mata..
Salah duanya Zina Pikiran..

Dua aja dulu kali ya.. ^_^

Zina mata bisa timbul klo kita melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat, atau bahkan diharamkan..
Contohnya: Seseorang yg melihat aurat org yg bukan muhrimya..

Jelas-jelas itu udah termasuk zina..
apalagi klo yang ngeliat, dibarengi dengan nafsu..

Emang sih banyak orang bilang, "Gw cm liat sekilas kok", Huh..! tuh sama aja kali..
Sebagai seorang muslim hendaknya kita menjaga Pandangan (Gadhul Bashor..), karena itu adalah tuntunan agama kita.
Zina model kayak begini ga cuma klo kita ngeliat objeknya langsung.. Tapi juga bisa dari Foto.
Hayo.. yg hobinya Foto-foto..

Suatu kisah, anggap aja pada zaman dahulu (zaman Batu kali ya..)
Pada zaman batu tersebut berkembanglah teknologi, mirip-mirip teknologi sekarang,
namanya tuh Internet. Hehe.. (zaman batu pa zaman sekarang nih?)

Teknologi Internet kan udah pada maju bgt sekarang nih, seiring dgn itu muncullha berbagai media di internet yng bisa mendukung usaha, dakwah, pelajaran, persahabatan, dan lain sebagainya..
Dengan media ini kita mesti hati-hati, ibarat pisau bermata dua, ini bisa bermanfaat, dan juga bisa menjerumuskan. Klo manfaat, mungkin kita semua dah pada tahu..
Tapi klo yg menjerumuskan.. Wuih.. jgn kira gak banyak, bejibun ada kali..

Kita ambil contoh FRIENDSTER,
Nih media udah mengglobal bgt,.. manfaatnya untuk cari temen dan kenalan..
Selain itu ada tuh yg gunain buat Upload Foto-foto Narsisnya (walaupun sebagian berpendapat itu bukan narsis.)

Tapi tau ga sih, dari Foto kita yang cakep-cakep banget tuh.. Orang bisa liat dan nyimpan tuh Foto.
Buat yang cewek-cewek nih, emang mau Foto-fotonya ada sama cowok lain yg ga kalian kenal dan bahkan ga kalian inginkan?
Ntar Cowok kalian cemburu lagi (Cowok?? ga bgt, Dalam ISLAM ga ada PACARAN ya.. Cz, bs mendekati Zina).

Tau ga selanjutnya apa yag mungkin terjadi pada foto kalian??
Bagi Cowok yg matanya berpengalaman dan jelalatan. Nih Foto bakal disimpen..
Tau sendiri, cowok zaman sekarang susah nyari yang Imannya tinggi. Yang ada juga kebanyakan Bagai buah Apel yang Uletan dalemannya.. Buah Apel kan bagus tuh mengkilap, eh ga taunya ada ulet, malah busuk lagi isinya.. Ga mutu bgt..

Bagi cowok model begini, udah disimpen, trus tuh foto dipandangin deh.. (Soalnya di foto tuh orgnya cakep..).
Kalian pasti tahu Ikrar Syetan pada Awal dilemparkan ke Bumi, dan diusir dari Surga adalah menabuh genderang perang terhadap Manusia, mereka akan berusaha sekuat tenaga menjerumuskan manusia ke dalam kemaksiatan, biar tuh manusia masuk neraka bareng Syetan. Mungkin sekarang Syetan dah banyak yang Wisuda krn berhasil melakukan Misinya. HEhe..

Balik lagi ke masalah Foto nih, klo dipandangin terus, Syetan yang misinya menghancurkan manusia, bakal meniupkan angin nafsu kedalam pikiran kita..
Foto jadi seolah-olah menggoda, tersenyum dan menyapa.. (Tuh ulah Syetan..)

Karena yang ada di Foto cakep, so.. muncullah keinginan dan Hasrat yang aneh-aneh yang dibarengi dengan Jampi-jampi sang Syetan..
Kemudian pikiran akan kacau karena nafsunya..
Banyak cowok dengan Topeng "BERKENALAN UNTUK BERDISKUSI",
topeng "MENANYAKAN ALAMAT" dan lain sebagainya.. hanya untuk itu..

Selain itu klo seandainya nih Cowok Kreatif, ga susah lho untuk mengedit nih foto. Apalagi bagi yang hobinya multimedia, mudah untuk memanipulasi Foto. Tuh Foto bakal dimodifikasi habis, di "Cut" wajahnya, trus di "Paste" ke tubuh lain..
Trus..trus.trus.. Ya gitu deh, banyak kemungkinannya, dan kalian udah tau apa yang bakal terjadi.
Tuh Foto bisa jadi sumber Fitnah bagi kalian.. Kan banyak tuh contoh artis-artis yang Fotonya ga bener, gara-gara terlalu mengobral kecantikan rupanya. Tak terkecuali di lingkungan kampusku yang kecil ini.

Foto akan dianggap sebagai penyebab org melakukan Zina mata dan Fikiran..
Foto akan menjadi Fitnah bagi kalian jika digunakan untuk hal-hal yg berbau SARA..

Emang kalian mau Fotonya digituin??
Emang mau jadi Objek perhatian dari segi Rupa yg cantik/cakep oleh orang yg bahkan ga kalian kenal??
Emang mau Fotomu dinikmati dgn cara begini??
Apa kata Calon Suamimu Nanti??
Emang mau?

Trus klo ga mau, knapa Fotomu yg Cakep masih dipajang? Na’uzubillah..
Cukup aja Suamimu yang menikmati keindahanmu sebagai Istrinya.. Karena itu kewajiban istri menjaga kuFitrahannya.
Jagalah Hijabmu.. Karena itu kewajibanmu..
Ga perlu kita Memamerkan diri dgn Foto (Walaupun bukan maksud hati kita untuk pamer. tapi Buat menjaga diri..)

Kalaupun kmarin kita belum tahu ttg hal ini, Insya Allah sekarang dapat mengKoreksi.. Perbaikilah..

Tau ga, disbutkan dlm agama kita, bahwa:

"…Sesungguhnya neraka itu kebanyakan dipenuhi oleh kaum perempuan…"
"…Sesungguhnya banyak penghuni Neraka itu adalah Orang-orang Fakir/miskin …"
"…Wanita itu suber segala Fitnah.."

"Sebaik-baiknya perhiasan Dunia, adalah wanita yang Solehah.."

Rasulullah SAW, bersabda: "Seorang wanita yang membuka Auratnya, atau bahkan menggunakan pakaian yang ketat, Tidak akan mencium Wanginya Surga, selama lebih dari 500 tahun"

"Janganlah kau dambakan suami seperti Sayidina aLi, jika ku tak bisa setabah Az Zahra.."

Untuk UKHTI-ku..

>> Jagalah Diri dan Keimananmu..
>> Jagalah Pandanganmu dari yang tidak seharusnya..
>> Jadilah Bidadari SUrga Allah..
>> Bersyukurlah atas Rupamu.. berdo’alah agar Akhlakmu bisa lebih sempurna dari Rupamu itu
>> AKU mencintaimu karena agama yang ada padamu.. karena didalamnya terdapat Akhlak, Iman, dan taqwamu sebagai Muslim, Jika Hilang Agamamu, maka Hilaglah pula Cintaku padamu..

Untuk AKHI-ku
>> Jagalah Diri dan Keimananmu juga..
>> Jagalah Pandanganmu dari yang tidak seharusnya..
>> Jadilah Orang yang berdampingan dengan Bidadari SUrga Allah..
>> Bersyukurlah atas Rupamu.. berdo’alah agar Akhlakmu bisa lebih sempurna dari Rupamu itu

Maka dari itu, Kasih sayang dan Karunia serta Rizki Allah sungguh berlimpah..
Allah maha pengampun..
Belum terlambat untuk berubah..

Sekian dulu ya, besok-besok kita sambung lagi Insya Allah..
Ku masuk Kuliah dulu ya..
Don’t Forget to Leave a Comment..
Syukron..
Mohon Koreksi bila banyak kesalahan

Wassalamu’alaikum Wa rrahmatullahi wa barakatuh..

Email me at: cowoksetia@gmail.com
—————————————————————-
ditulis pada saat pergantian jam Kuliah.. (mepet banget ya.. ^_^)

Apakah Dia tahu tentang hati ini

May 27th, 2008 by edoy-ancur

Ternyata aku orangnya pencemburu… Aku sadar itu..

Tapi Wajarkah??
Kata orang itu wajar,tapi aku sendiri merasa hal tersebut tidak sewajar seperti orang kebanyakan.
Dalam cemburuku, aku takut Kehilangan Dia.
Dalam cemburuku, aku takut jika Dia tak tahu isi hatiku.
Dalam cemburuku, aku ingin Dia menjadi seorang yg khusus untukku dan aku adalah orang yang khusus untuknya.
Dalam cemburuku, ku tak ingin kehilangan dia.

Tapi, apa dia tahu kalau sebenarnya aku memperhatikannya?
Apakah dia tahu kalau sebenarnya Hatiku telah terpikat olehnya..?
Apakah dia tahu kalau aku tulus..?
Apakah dia tahu??
Kurasa dia tak tahu, karena aku tak pernah mengungkapkan isi hatiku padanya..

Kenapa aku yakin kalau dia tak merasakan getaran hatiku..
Kenapa aku yakin kalau aku takkan bisa mendapatkan tempat dihatinya..
Kenapa aku selalu merasa tersaingi dengan yang lain..
Kenapa, dan ada apa dengan yang aku yakini??

Dia adalah yang biasa aku panggil Ukthi..
Dialah yang biasa kudoakan menjadi Bidadari Surga..
yang tak lama aku kenal..
yang belum pernah dan jarang ku temui..
namanya mempu membuatku tersenyum bahagia..
wajahnya menyejukkan hatiku..

Apakah sudah ia dimiliki orang??
Tapi dia seorang Muslimah..
Muslimah seharusnya tak kenal Pacaran..
Kuharap dia tak seburuk itu..

Muslimah yang ku inginkan adalah Dia..
Dia yang mampu menjaga Diri, Hati, dan Akhlak, serta Imannya di jalan Allah.
Dia yang bisa meredakan cemburuku..
Dia yang bisa meyakinkan aku, bahwa dia memang jodohku..

Tapi, lagi-lagi aku cemburu..
Aku takut jika hatiku akan kecewa, jika seandainya dia bukan diperuntukkan bagiku..
Seganku membuatku jauh,
cemburuku membuatku luruh..

Dialah Bidadari Surgaku..
Semoga Allah memperindah Akhlakmu melebihi keindahan rupamu..

—————————————————————————————————-
untuk ukhtiku..

Adab Berpakaian Muslimah

April 2nd, 2008 by edoy-ancur

Baru ku copy dari Muslimah.or.id

Haruskah Hitam?

Terkait dengan warna pakaian terutama pakaian perempuan, terdapat
beragam sikap orang yang dapat kita jumpai. Ada yang beranggapan bahwa
warna pakaian seorang perempuan muslimah itu harus hitam atau minimal
warna yang cenderung gelap. Di sisi lain ada yang memiliki pandangan
bahwa perempuan bebas memilih warna dan motif apa saja yang dia sukai.
Sesungguhnya Allah itu maha indah dan mencintai keindahan, kata mereka
beralasan. Manakah yang benar dari pendapat-pendapat ini jika ditimbang
dengan aturan al-Qur’an dan sunnah shahihah yang merupakan suluh kita
untuk menentukan pilihan dari berbagai pendapat yang kita jumpai?

Salah satu persyaratan pakaian muslimah yang syar’i adalah pakaian
tersebut bukanlah perhiasan. Dalam syarat ini adalah firman Allah yang
artinya, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang  (biasa) nampak dari padanya.”
(QS. an Nur:31). Dengan redaksinya yang umum ayat ini mencakup larangan
menggunakan pakaian luar jika pakaian tersebut berstatus “perhiasan”
yang menarik pandangan laki-laki.

عن فَضَالَةُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا تَسْأَلْ
عَنْهُمْ رَجُلٌ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ وَعَصَى إِمَامَهُ وَمَاتَ عَاصِيًا
وَأَمَةٌ أَوْ عَبْدٌ أَبَقَ فَمَاتَ وَامْرَأَةٌ غَابَ عَنْهَا زَوْجُهَا
قَدْ كَفَاهَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا فَتَبَرَّجَتْ بَعْدَهُ فَلَا تَسْأَلْ
عَنْهُمْ

Dari Fadhalah bin Ubaid, dari Nabi beliau bersabda, “Tiga jenis  orang yang tidak perlu kau tanyakan (karena mereka adalah orang-orang  yang binasa). Yang pertama
adalah orang yang meninggalkan jamaah kaum muslimin yang dipimpin oleh
seorang muslim yang memiliki kekuasaan yang sah dan memilih untuk
mendurhakai penguasa tersebut sehingga meninggal dalam kondisi durhaka
kepada penguasanya. Yang kedua adalah budak  laki-laki atau perempuan yang kabur dari tuannya dan meninggal dalam  keadaan demikian. Yang ketiga
adalah seorang perempuan yang ditinggal pergi oleh suaminya padahal
suaminya telah memenuhi segala kebutuhan duniawinya lalu ia bertabarruj
setelah kepergian sang suami. Jangan pernah bertanya tentang mereka.”
(HR Ahmad no 22817 dll, shahih. Lihat Fiqh Sunnah lin Nisa’, hal 387)

Sedangkan tabarruj itu didefinisikan oleh para ulama’ dengan seorang
perempuan yang menampakkan “perhiasan” dan daya tariknya serta segala
sesuatu yang wajib ditutupi karena hal tersebut bisa membangkitkan
birahi seorang laki-laki yang masih normal.

Di samping itu, maksud dari perintah berjilbab adalah menutupi
segala sesuatu yang menjadi perhiasan (baca: daya tarik) seorang
perempuan. Maka sungguh sangat aneh jika ternyata pakaian yang
dikenakan tersebut malah menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga fungsi
pakaian tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Meski demikian anggapan sebagian perempuan multazimah (yang komitmen
dengan aturan agama) bahwa seluruh pakaian yang tidak berwarna hitam
adalah pakaian “perhiasan” adalah anggapan yang kurang tepat dengan
menimbang dua alasan.

Yang pertama, sabda Nabi,

إن طيب الرجال ما خفي لونه وظهر ريحه ، وطيب النساء ما ظهر لونه وخفي ريحه

“Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya
tapi nampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang
warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.”
(HR. Baihaqi dalam Syu’abul  Iman no.7564 dll, hasan. Lihat Fiqh Sunnah lin Nisa’, hal. 387)

Hadits ini mengisyaratkan bahwa adanya warna yang jelas bukanlah
suatu hal yang terlarang secara mutlak bagi seorang perempuan muslimah.

Yang kedua, para sahabiyah (sahabat Nabi yang
perempuan) bisa memakai pakaian yang berwarna selain warna hitam. Bukti
untuk hal tersebut adalah riwayat-riwayat berikut ini:

عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ رِفَاعَةَ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ
فَتَزَوَّجَهَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الزَّبِيرِ الْقُرَظِيُّ قَالَتْ
عَائِشَةُ وَعَلَيْهَا خِمَارٌ أَخْضَرُ فَشَكَتْ إِلَيْهَا وَأَرَتْهَا
خُضْرَةً بِجِلْدِهَا فَلَمَّا جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنِّسَاءُ يَنْصُرُ بَعْضُهُنَّ بَعْضًا قَالَتْ
عَائِشَةُ مَا رَأَيْتُ مِثْلَ مَا يَلْقَى الْمُؤْمِنَاتُ لَجِلْدُهَا
أَشَدُّ خُضْرَةً مِنْ ثَوْبِهَا

Dari Ikrimah, Rifa’ah menceraikan istrinya yang kemudian dinikahi
oleh Abdurrahman bin az Zubair. Aisyah mengatakan, “Bekas istri rifa’ah
itu memiliki kerudung yang berwarna hijau. Perempuan tersebut
mengadukan dan memperlihatkan kulitnya yang berwarna hijau. Ketika
Rasulullah tiba, Aisyah mengatakan, Aku belum pernah melihat semisal
yang dialami oleh perempuan mukminah ini. Sungguh kulitnya lebih hijau
dari pada pakaiannya.” (HR. Bukhari no. 5377)

Dari Ummi Khalid binti Khalid, Nabi mendapatkan hadiah berupa  pakaian berwarna hitam berukuran kecil. Nabi bersabda, “Menurut  pendapat kalian siapakah yang paling tepat kuberikan pakaian ini  kepadanya?” Para sahabat hanya terdiam seribu bahasa. Beliau lantas  bersabda, “Bawa kemari Ummi Khalid (seorang
anak kecil perempuan yang diberi kunyah Ummi Khalid)” Ummi Khalid
dibawa ke hadapan Nabi sambil digendong. Nabi lantas mengambil pakaian
tadi dengan tangannya lalu mengenakannya pada Ummi Khalid sambil
mendoakannya, “Moga awet, moga  awet.” Pakaian tersebut memiliki garis-garis hijau atau kuning. Nabi  kemudian berkata, “Wahai Ummi khalid, ini pakaian yang cantik.” (HR.  Bukhari no. 5823)

Meski ketika itu Ummi Khalid belum balig namun Nabi tidak mungkin
melatih dan membiasakan anak kecil untuk mengerjakan sebuah
kemaksiatan. Sehingga hadits ini menunjukkan bolehnya seorang perempuan
mengenakan pakaian berwarna hitam yang bercampur dengan garis-garis
berwarna hijau atau kuning. Jadi pakaian tersebut tidak murni berwarna
hitam.

Dari al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr, “Sesungguhnya Aisyah  memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur saat beliau berihram” (HR.  Ibnu Abi Syaibah 8/372, dengan sanad yang shahih)

Pada tulisan yang lewat telah kita bahas bahwa yang dimaksud dengan  celupan dengan ‘ushfur adalah celupan yang menghasilkan warna merah.

Perbuatan Aisyah sebagaimana dalam riwayat di atas menunjukkan bahwa
seorang perempuan muslimah diperbolehkan memakai pakaian berwarna merah
polos. Bahkan pakaian merah polos adalah pakaian khas bagi perempuan
sebagaimana keterangan di edisi yang lewat.

Berikut ini beberapa riwayat yang kuat dari salaf tentang hal ini:

  • Dari Ibrahim an Nakha’i, bersama Alqamah dan al Aswad beliau
    menjumpai beberapa istri Nabi. beliau melihat para istri Nabi tersebut
    mengenakan pakaian berwarna merah.
  • Dari Ibnu Abi Mulaikah, aku melihat Ummi Salamah mengenakan kain yang dicelup dengan ‘ushfur (baca: berwarna merah).
  • Dari Hisyam dari Fathimah bin al Mundzir, sesungguhnya asma’ memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur (baca: berwarna merah)
  • Dari Said bin Jubair, beliau melihat salah seorang istri Nabi yang
    thawaf mengelilingi Ka’bah sambil mengenakan pakaian yang dicelup
    dengan ‘ushfur (Baca: Berwarna merah). (Lihat Jilbab Mar’ah Muslimah karya al Albani hal. 122-123).

Di samping itu riwayat-riwayat di atas juga menunjukkan bahwa pakaian berwarna merah tersebut dipakai di hadapan banyak orang.

Singkat kata, yang dimaksud dengan pakaian yang menjadi “perhiasan”
yang tidak boleh dipakai oleh seorang muslimah ketika keluar rumah
adalah:

  1. Pakaian yang terdiri dari berbagai warna (Baca: Warna warni).
  2. Pakaian yang dihias dengan garis-garis berwarna keemasan atau
    berwarna perak yang menarik perhatian laki-laki yang masih normal. (Fiqh Sunnah lin Nisa’, hal. 388).

Al Alusi berkata, “Kemudian ketahuilah bahwa menurut kami termasuk
“perhiasan” yang terlarang untuk dinampakkan adalah kelakuan mayoritas
perempuan yang bergaya hidup mewah di masa kita saat ini yaitu pakaian
yang melebihi kebutuhan untuk menutupi aurat ketika keluar dari rumah.
Yaitu pakaian dari tenunan sutra terdiri dari beberapa warna
(baca:warna-warni). Pada pakaian tersebut terdapat garis-garis berwarna
keemasan atau berwarna perak yang membuat mata lelaki normal
terbelalak. Menurut kami suami atau orang tua yang mengizinkan mereka
keluar rumah dan berjalan di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya
dalam keadaan demikian itu disebabkan kurangnya rasa cemburu. Hal ini
adalah kasus yang terjadi di mana-mana.” (Ruhul Ma’ani, 6/56, lihat Jilbab  Mar’ah Muslimah, karya Al Albani hal. 121-122).

Jika demikian keadaan di masa beliau, lalu apa yang bisa kita  katakan tentang keadaan masa sekarang! Allahul Musta’an (Hanya kepada  Allah kita memohon pertolongan).

Meskipun demikian, pakaian yang lebih dianjurkan adalah pakaian yang berwarna hitam atau cenderung gelap karena itu adalah:

  1. Pakaian yang sering dikenakan oleh para istri Nabi. Ketika Shafwan
    menjumpai Aisyah yang tertinggal dari rombongan, Shafwan melihat sosok
    hitam seorang yang sedang tidur. (HR. Bukhari dan Muslim)
  2. Hadits dari Aisyah yang menceritakan bahwa sesudah turunnya ayat
    hijab, para perempuan anshar keluar dari rumah-rumah mereka seakan-akan
    di kepala mereka terdapat burung gagak yang tentu berwarna hitam. (HR.
    Muslim)

Serba Serbi Seputar Warna

Jilbab Putih

Lajnah Daimah (Komite Fatwa Para Ulama’ Saudi) pernah mendapatkan  pertanyaan sebagai berikut, “Apakah seorang perempuan diperbolehkan  memakai pakaian ketat dan memakai pakaian berwarna putih?”

Jawaban Lajnah Daimah, “Seorang perempuan tidak
diperbolehkan untuk menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan
mahramnya atau keluar ke jalan-jalan dan pusat perbelanjaan dalam
keadaan memakai pakaian yang ketat, membentuk lekuk tubuh bagi orang
yang memandangnya. Karena dengan pakaian tersebut, perempuan tadi
seakan telanjang, memancing syahwat dan menjadi sebab timbulnya hal-hal
yang berbahaya.
Demikian pula, seorang perempuan tidak
diperbolehkan memakai pakaian yang berwarna putih jika warna pakaian
semisal itu di daerahnya merupakan ciri dan simbol laki-laki. Jika hal
ini dilanggar berarti menyerupai laki-laki, suatu perbuatan yang
dilaknat oleh Nabi.”
(Fatawa  al Mar’ah, 2/84, dikumpulkan oleh Muhammad Musnid).

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pada asalnya seorang perempuan
diperbolehkan memakai pakaian yang berwarna putih asalkan cukup tebal
sehingga tidak transparan/tembus pandang terutama ketika matahari
bersinar cukup terik. Hukum ini bisa berubah jika di tempat tersebut
pakaian berwarna putih merupakan ciri khas pakaian laki-laki maka
terlarang karena menyerupai lawan jenis bukan karena warna putih.

Oleh karena itu pandangan miring sebagian wanita multazimah (yang
komitmen dengan syariat) di negeri kita terhadap wanita yang berwarna
putih adalah pandangan yang tidak tepat karena di negeri kita pakaian
berwarna putih bukanlah ciri khas pakaian laki-laki, bahkan sebaliknya
menjadi ciri pakaian perempuan (Baca: Jilbab).

Pakaian Perhiasan

Dalam edisi yang lewat, telah kita bahas tentang salah satu yang
terlarang untuk pakaian perempuan yaitu bukan perhiasan dan telah kita
sebutkan dua kriteria untuk mengetahui hal tersebut. Namun beberapa
waktu yang lewat kami dapatkan penjelasan yang lebih tepat mengenai hal
ini. Tepatnya dari Syaikh Ali al Halabi, salah seorang ulama dari
Yordania. Ketika beliau ditanya tentang parameter untuk menilai suatu
pakaian itu pakaian perhiasan ataukah bukan bagi seorang perempuan,
beliau katakan, “Parameter untuk menilai hal tersebut adalah ‘urf (aturan tidak tertulis dalam suatu masyarakat)” (Puncak, Bogor 14  Februari 2007 pukul 17:15).

Penjelasan beliau sangat tepat, karena dalam ilmu ushul fiqh  terdapat suatu kaedah: “Pengertian
dari istilah syar’i kita pahami sebagaimana penjelasan syariat. Jika
tidak ada maka mengacu kepada penjelasan linguistik arab. Jika tetap
tidak kita jumpai maka mengacu kepada pandangan masyarakat setempat
(’urf ).”

Misal pengertian menghormati orang yang lebih tua. Definisi tentang
hal ini tidak kita jumpai dalam syariat maupun dari sudut pandang
bahasa Arab. Oleh karena itu dikembalikan kepada pandangan masyarakat
setempat. Jika suatu perbuatan dinilai menghormati maka itulah
penghormatan. Sebaliknya jika dinilai sebagai penghinaan maka statusnya
adalah penghinaan. Hal serupa kita jumpai dalam pengertian pakaian
perhiasan bagi seorang muslimah yang terlarang. Misal menurut pandangan
masyarakat kita pakaian kuning atau merah polos bagi seorang perempuan
yang dikenakan ketika keluar rumah adalah pakaian perhiasan maka itulah
pakaian perhiasan yang terlarang. Akan tetapi di tempat atau masa yang
berbeda pakaian dengan warna tersebut tidak dinilai sebagai pakaian
perhiasan maka pada saat itu pakaian tersebut tidak dinilai sebagai
pakaian perhiasan yang terlarang

12 Barisan di Akhirat

July 6th, 2007 by edoy-ancur

12 Barisan di Akhirat

Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba’:18)"

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut…..

Barisan Pertama

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Kedua

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Ketiga

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Keempat

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Kelima

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Keenam

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Ketujuh

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Kedelapan

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Kesembilan

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Kesepuluh

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Kesebelas

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…"

Barisan Kedua Belas

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…"

Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin…

Wanita SOLEHAH…

March 29th, 2007 by edoy-ancur

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita menerima gelaran solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat iaitu:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada mahram bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami

- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah
- Tidak cemberut di hadapan suami
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan & kecantikannya serta rumah tangga

FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
—————————————

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah dari faktor dalaman. Bukanlah faktor luaran atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemburkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak hairanlah jika banyak wanita yang tidak menyedari bahawa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syaitan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: ertinya:

” Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”

Sabda Rasulullah s.a.w.: ertinya:
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia.

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syaitan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelumang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am: ertinya:

” Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh kerana itu tidakkah kamu berfikir.”

3) Mudah terpedaya dengan syahwat.

4) Lemah iman.

5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang terbaik adalah Wanita yang solehah. (dikutip mentah2 dari: nurjeehan.worpress.com)

Edoy-Ayie..

December 24th, 2006 by edoy-ancur

Hallo Kawan2..
Welcome to my Paradise..
Where the sky so blue..
where the sun shine so nice..